- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 78
Petik Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Pengadilan Agama Kota Madiun Perkokoh Integritas dan Internalisasi Keteladanan Akhlak Rasulullah |03-09-2026|
PETIK HIKMAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H, PENGADILAN AGAMA KOTA MADIUN PERKOKOH INTEGRITAS DAN INTERNALISASI KETELADANAN AKHLAK RASULULLAH
Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah / 2026 Masehi pada Kamis, (3/9/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat, kebahagiaan, dan rasa syukur ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Kota Madiun, Imam Safi’i, S.H.I., M.H. Kegiatan ini dihadiri oleh para Hakim Pengadilan Agama Kota Madiun, yakni Nova Sri Wahyuning Tyas, S.H.I., M.H., Syahrul Mubaroq, S.H., dan Arina Kamiliya, S.H.I., M.H., Panitera Lucky Aziz Hakim, S.H.I., M.H., serta Sekretaris Agus Widyanto, S.H.I.
Acara ini juga diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural dan Fungsional, Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga outsourcing, serta Wakil Ketua I Dharmayukti Karini Cabang Kota Madiun, Ummi Jihadah Imam Safi’i, S.Psi., beserta jajaran anggota iconic woman Pengadilan Agama Kota Madiun. Mahasiswa praktikum dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo turut menyemarakkan jalannya kegiatan.



Acara peringatan diawali pada pukul 12.00 WIB dengan pelaksanaan shalat Dzuhur berjamaah di Musholla Pengadilan Agama Kota Madiun. Suasana semakin syahdu saat prosesi pengarakan gunungan kue/makanan ringan bertolak dari musholla menuju Aula KH. Abidullah Pengadilan Agama Kota Madiun dengan iringan lantunan sholawat dari Tim Hadroh El Faizi Temboro, Magetan.
Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Agama Kota Madiun, Imam Safi'i, S.H.I., M.H., menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan agenda tahunan yang krusial bagi Pengadilan Agama Kota Madiun.

"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud rasa syukur atas nikmat sehat dan istiqomah dalam memberikan pelayanan publik terbaik. Jika perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Mahkamah Agung telah kita gelar dengan meriah, maka peringatan Maulid Nabi ini tidak kalah pentingnya sebagai wujud kecintaan kita kepada Rasulullah SAW," tegas Ketua Pengadilan Agama Kota Madiun.
Mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Fondasi Integritas dan Keadilan dalam Penegakan Hukum", kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Selanjutnya menyelam hikmah Maulid Nadi Muhammad SAW, disampaikan Mau'idzoh Hasanah yang menghadirkan Ustadz Zainal Arifin, S.Ag., M.Pd., M.A. (Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Madiun).
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menginternalisasi empat sifat utama Rasulullah SAW dalam pelaksanaan tugas dan fungsi (tupoksi) peradilan, yakni:
- Siddiq (Jujur): Menjaga integritas dan kejujuran dalam setiap tindakan dan pelayanan.
- Amanah (Dapat Dipercaya): Bertanggung jawab penuh terhadap setiap amanah tugas yang diberikan.
- Tabligh (Menyampaikan): Menerapkan transparansi, keterbukaan informasi, dan akuntabilitas publik.
- Fathonah (Cerdas): Bekerja secara profesional, efektif, efisien, serta berinovasi demi terwujudnya pelayanan prima.
Sifat-sifat teladan tersebut tidak hanya berlaku dalam ruang lingkup kedinasan, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai aparatur peradilan untuk menjaga marwah dan kehormatan lembaga.
Beliau juga memaparkan korelasi akhlak Rasulullah dengan tiga pilar Ilmu Sosial Profetik yang digagas oleh Kuntowijoyo berdasarkan QS. Ali Imran ayat 110:
- Dimensi Humanisasi (Amar Ma'ruf): Upaya memanusiakan manusia melalui kesantunan, empati, serta cara berkomunikasi yang baik kepada masyarakat pencari keadilan.
- Dimensi Liberasi (Nahi Munkar): Upaya membebaskan masyarakat dari permasalahan sosial, seperti pencegahan pernikahan dini melalui mekanisme dispensasi nikah dan pencegahan stunting.
- Dimensi Transendensi (Tu'minuna Billah): Mengarahkan seluruh aktivitas pekerjaan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Setelah sambutan dari Ketua Pengadilan Agama Kota Madiun, selanjutnya, Ustadz Zainal Arifin memaparkan filosofi ibadah ritual seperti shalat yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. "Takbir mengajarkan kita untuk senantiasa tunduk dan patuh terhadap perintah Allah SWT selama 24 jam penuh, baik di kantor maupun di rumah. Sementara salam mengajarkan kita untuk membawa kedamaian dan kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat," tuturnya.
Pesan spiritual ini menjadi pengingat mendalam bahwa nilai-nilai ibadah tidak boleh berhenti sebatas ritual semata, melainkan harus mengejawantah dalam sikap dan tindakan nyata sehari-hari. Sebagai benteng keadilan, aparatur peradilan dituntut untuk senantiasa meneladani filosofi takbir dengan menjaga integritas, kejujuran, dan kedisiplinan serta menjauhi segala bentuk penyimpangan, karena menyadari bahwa setiap tugas penegakan hukum dan pelayanan publik berada dalam pengawasan Allah SWT.
Disisi lain, filosofi salam merefleksikan komitmen untuk menghadirkan keadilan yang menyejukkan, yakni dengan memberikan pelayanan yang ramah, adil, dan empati kepada masyarakat pencari keadilan, sekaligus menciptakan keharmonisan di lingkungan kerja. Dengan memadukan ketaatan ibadah dan keteladanan akhlak tersebut, setiap aparatur diharapkan mampu menjaga marwah peradilan serta hadir sebagai figur yang membawa kemaslahatan dan kedamaian, baik di dalam maupun di luar kedinasan. Tausiyah tersebut kemudian diakhiri dengan pemimpinan doa bersama.
Acara dilanjutkan dengan lantunan sholawat bersama yang dipimpin Tim Hadroh El Faizi, serta tradisi ramah tamah dan makan bersama. Seluruh elemen keluarga besar Pengadilan Agama Kota Madiun, Dharmayukti Karini, dan mahasiswa membawa "berkat" (makanan) yang dikumpulkan dan diacak, lalu dibagikan kepada hadirin guna mempererat tali silaturrahim serta rasa kekeluargaan.
Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Pengadilan Agama Kota Madiun ditutup dengan pembagian isi gunungan dan ramah tamah. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Agama Kota Madiun semakin memperkokoh sinergitas, menguatkan integritas, serta bahu-membahu membawa perubahan demi mewujudkan peradilan yang berkualitas, modern, berintegritas, dan berkeadilan.
