- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 126
Pembinaan Ketua PA Kota Madiun Bernafaskan Spiritual, Wujudkan Kinerja Unggul dan Pelayanan Prima |08-04-2026|
PEMBINAAN KETUA PA KOTA MADIUN BERNAFASKAN SPIRITUAL, WUJUDKAN KINERJA UNGGUL DAN PELAYANAN PRIMA
Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun kembali mempertegas komitmennya dalam meningkatkan disiplin aparatur dan kualitas pelayanan publik melalui agenda rutin briefing dan doa bersama pada Rabu, (8/4/2026). Bertempat di ruang tunggu PTSL, kegiatan yang menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas kerja ini dipimpin langsung oleh Ketua PA Kota Madiun, Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I., serta dihadiri oleh Wakil Ketua Imam Safi’i, S.H.I., M.H., para Hakim, Panitera, Sekretaris, Pejabat Struktural dan Fungsional, seluruh PNS, PPPK, CPNS hingga satpam dan cleaning service PA Kota Madiun. Turut ikut serta siswi magang dari SMK Negeri 2 Madiun.

Briefing pagi dan do’a bersama yang berlangsung di ruang tunggu PTSL pada pukul 07.40 WIB ini dilaksanakan sebagai sarana pembinaan sekaligus penguatan integritas kerja seluruh aparatur dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Kegiatan diawali dengan pengumandangan Yel-Yel PA Kota Madiun secara bersama-sama guna membangun energi positif dan semangat kerja sebagai wujud komitmen untuk melayani dengan sepenuh hati, cepat, tepat, dan penuh tanggung jawab.


Dalam pembinaannya, Ketua PA Kota Madiun Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I. memberikan sentuhan spiritual dengan memaparkan hikmah mendalam dari tradisi halal bihalal Idulfitri 1447 H. Pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga diarahkan sebagai landasan dalam meningkatkan kinerja aparatur guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.
Beliau menekankan pentingnya penguatan dua pilar utama persaudaraan yang harus diimplementasikan dalam kehidupan professional bekerja maupun pribadi. Pertama, penguatan ukhuwah fi rahmi (persaudaraan sedarah). Dalam hal ini, beliau menyampaikan bahwa halal bihalal merupakan sarana rekonsiliasi yang efektif untuk mencairkan hubungan yang sempat merenggang. Melalui silaturahmi, diharapkan aparatur PA Kota Madiun mampu menjaga keberkahan rezeki dan usia.
Kedua, penguatan ukhuwah fi Islam (persaudaraan sesama Muslim). Secara horizontal, beliau menegaskan bahwa seluruh umat Muslim adalah bersaudara. Dalam konteks tersebut, terdapat tiga hal utama yang perlu diwujudkan, yakni menghilangkan penyakit hati seperti iri, dengki, dan kesombongan melalui sikap saling memaafkan secara tulus; menciptakan kesetaraan dan keharmonisan antara atasan dan bawahan dalam interaksi yang humanis; serta memperkuat sinergi dan kolaborasi guna melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang bermanfaat bagi masyarakat dan institusi dengan melaksanakan tugas pokok dan fungsi sehari-hari penuh profesionalisme dan integritas.
“Secara filosofis, halal bihalal bermakna mengurai kekusutan. Jika Idulfitri merepresentasikan hubungan vertikal kepada Allah SWT, maka halal bihalal merupakan penyempurna hubungan horizontal antar sesama manusia,” tutur Ketua PA Kota Madiun.

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat tersebut ditutup dengan do’a bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon kelancaran dan keberkahan dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan rutin yang memadukan kedisiplinan kerja dan penguatan nilai-nilai spiritual ini, PA Kota Madiun optimistis mampu menjaga kinerja yang berkelanjutan serta mewujudkan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat pencari keadilan.
