- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 210
PA Kota Madiun Hadiri Pembinaan Serta Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Wakil Ketua dan Pelantikan Hakim Tinggi PTA Surabaya |12-02-2026|
PA KOTA MADIUN HADIRI PEMBINAAN SERTA PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN WAKIL KETUA DAN PELANTIKAN HAKIM TINGGI PTA SURABAYA

Ketua PA Kota Madiun Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I. beserta Panitera Lucky Aziz Hakim, S.H.I. M.H. dan Sekretaris Agus Widyanto, S.H.I. hadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Wakil Ketua dan Pelantikan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya pada Kamis, (12/2/2026).
Acara yang berlangsung dengan sidang istimewa yang digelar di Aula KH. Abdullah Siddiq Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya Jl. Mayjen Sungkono No. 7 Surabaya pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya) Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. yang turut dihadiri oleh Ketua Dharmayukti Karini PTA Surabaya, Hakim Tinggi PTA Surabaya, Panitera dan Sekretaris PTA Surabaya beserta aparatur PTA Surabaya dan anggota Dharmayukti Karini PTA Surabaya, Ketua beserta Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama se- Jawa Timur.


Memasuki prosesi pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung RI serta pembacaan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI. Dilanjutkan langsung dengan prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Wakil Ketua dan Pelantikan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya oleh Ketua PTA Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. yang diakhiri dengan penandatanganan Pakta Integritas. Adapun Wakil Ketua PTA Surabaya yang dilakukan pengambilan sumpah jabatan dan dilantik hari ini adalah Dr. Acep Saifuddin, S.H., M.Ag. dan Hakim Tinggi yang dilantik adalah Dr. Drs. Sriyatin, S.H., M.Ag., M.H.


Acara dilanjutkan dengan Pengantar Alih Tugas Hakim Tinggi PTA Surabaya dan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah yang dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan pembacaan do’a dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars PTA Surabaya. Dalam kata pamit dari Hakim Tinggi PTA Surabaya yang dilepas, yaitu Dr. Harijah D., M.H. menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan dalam pengabdian selama menjalankan tugas di PTA Surabaya dan terima kasih kebersamaan selama atas kerja sama yang luar biasa dalam menegakkan keadilan. Semoga PTA Surabaya semakin jaya dan sukses dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dalam sambutan perkenalan Wakil Ketua PTA Surabaya Dr. Acep Saifuddin, S.H., M.Ag. menyampaikan rasa syukur dan menyanpaikan salam perkenalan bahwa sebelum dilantik sebagai Wakil Ketua PTA Surabaya beliau menjabat sebagai Wakil Ketua PTA Banten. Semoga dengan mengemban jabatan yang baru sebagai Wakil Ketua PTA Surabaya, beliau berharap bisa berkerjasama melaksanakan amanah dan tanggung jawab jabatan dengan baik dan memberikan kinerja yang baik sehingga dapat memberikan kemajuan untuk PTA Surabaya juga menyampaikan pesan terkait semua inovasi dan apapun itu program Unggulan PTA Surabaya harus di lakukan dengan bersama, dengan kekompakan dan Solid, maka semua rencana akan dapat sukses serta mengingatkan kembali, agar pelaksanaan pembinaan dan pengawasan pada Aplikasi e-Binwas Badan Peradilan Agama serta beberapa hal lain harus senantiasa dipenuhi tepat waktu pada 28 Februari dan 30 Maret 2026. Dalam kesempatan ini pula menghimbau kepada aparatur Pengadilan Agama se- Jawa Timur agar mengimplementasikan pesan Ketua Mahkamah Agung untuk menguatkan kebersamaan yang menjadi modal utama untuk mensukseskan program yang telah ditentukan.
Ketua PTA Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Wakil Ketua dan Hakim Tinggi PTA Surabaya yang baru saja dilantik dan mendoakan semoga diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah disatuan kerja masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Begitu pula mengucapkan terimakasih kepada Dr. Harijah D., M.H. atas dedikai selama menjalankan tugas di PTA Surabaya semoga sukses ditempat baru.

Selanjutnya, dalam pembinaannya beliau menyampaikan kepada seluruh pimpinan Pengadilan Agama se- Jawa Timur bahwa seorang pimpinan di era transformasi ini harus memiliki karakteristik manusia modern yang mampu bekerja secara tangkas dalam menghadapi situasi mendadak serta memberikan respon yang cepat terhadap setiap dinamika yang ada. Sebagai fondasi utama, kekompakan harus dijadikan motto hidup dalam menjalankan roda organisasi. Tanpa kebersamaan, mustahil visi besar institusi dapat tercapai secara maksimal.
Lebih lanjut menyampaikan terkait Akselerasi Inovasi dan Pengembangan Talenta Memasuki agenda strategis ke depan, fokus utama terletak pada implementasi inovasi teknologi yang nyata yang diciptakan oleh PTA Surabaya, yaitu: Aplikasi Satria Majapahit Juara (SAMARA) harus segera diinternalisasi dalam sistem kerja setiap satuan kerja. Sejalan dengan itu, program KERTADAMA melalui tim klinik edukasi rekrutmen talenta calon hakim harus dikelola secara serius guna memastikan keberlanjutan kepemimpinan di Pengadilan Agama yang berkualitas.
“Identitas dan Semangat Pelayanan Setiap Satuan Kerja diharapkan membangun citra diri yang kuat melalui pembuatan yel-yel dengan tema Keluarga Tangguh Jawa Timur. Yel-yel ini bukan sekadar teriakan semangat, melainkan representasi dari "wajah" pelayanan dan identitas unik dari masing-masing Pengadilan Agama dalam melayani masyarakat secara prima. Selanjutnya Komitmen Zero Toleransi dan Reformasi Birokrasi Zaman telah berubah ke arah transparansi penuh, sehingga kebijakan Zero Toleransi terhadap pelanggaran harus ditegakkan. Upaya utama adalah meminimalisir komplain dan meniadakan pengaduan masyarakat. Pimpinan wajib memastikan seluruh SOP Pelayanan diperbaiki dan dijalankan dengan konsisten. Segala permasalahan internal harus diselesaikan melalui jalur yang beradab dan dilarang keras adanya pengaduan yang bersumber dari dalam institusi sendiri.”, tutur Ketua PTA Surabaya.
Dalam kesempatan ini beliau juga menekankan peningkatan Integritas dan Kolaborasi Eksternal Akselerasi predikat dari WBK menuju WBBM serta pengajuan sertifikasi SMAP (Sistem Manajemen Anti Penyuapan) harus menjadi prioritas bagi setiap satuan kerja. Secara eksternal, Pengadilan Agama harus membuka diri terhadap kolaborasi lintas sektoral. Jaksa kini memiliki ruang untuk maju beracara sebagai Pengacara Negara begitu pula dengan peran OJK sebagai kuasa negara bagi konsumen yang perlu diperhatikan. BHP sebagai Wali Negara terhadap perlindungan harta anak.
Diakhir pembinaan, Ketua PTA Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. diharapkan dalam sinergi Daerah dan Pembangunan Fisik Pimpinan Pengadilan Agama tidak bersikap eksklusif atau alergi untuk membangun komunikasi formal maupun informal dengan Kepala Daerah, baik Wali Kota maupun Bupati. Terakhir, sebagai simbol kemuliaan institusi, beliau menyampaikan rencana pembangunan Masjid Al-Mahkamah telah memasuki tahap kesiapan maket dan akan segera ditindaklanjuti terkait teknis pembangunannya.

Sementara itu, dalam pemaparan Panitera PTA Surabaya Dr. Ma'sum Umar, S.H., M.H menyampaikan bahwa Pengadilan Tinggi Agama Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan peradilan berkelas dunia melalui penguatan sinergi lintas sektoral. Dalam agenda pembinaan yang dipresentasikan oleh Doktor Haji Maksum Umar, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya memaparkan langkah-langkah strategis tindak lanjut Nota Kesepahaman yang difokuskan pada tema besar mengenai ketahanan keluarga.
Hingga saat ini, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya telah menjalin kerja sama melalui puluhan Nota Kesepahaman di tingkat Provinsi Jawa Timur yang terbagi dalam beberapa kelompok strategis. Kelompok tersebut meliputi kementerian dan lembaga seperti Kantor Wilayah Kementerian Agama, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Badan Pertanahan Nasional, Kejaksaan Tinggi, hingga Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Selain itu, kolaborasi juga dijalin dengan instansi pemerintah daerah yang melibatkan Gubernur Jawa Timur serta berbagai dinas terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Sektor akademisi juga turut diperkuat melalui kerja sama dengan banyak universitas negeri maupun swasta, serta berbagai organisasi masyarakat seperti Fatayat dan Muslimat Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur.
Kerja sama ini mencakup poin-poin teknis untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Beberapa fokus utamanya antara lain:
- Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah: Menitikberatkan pada fasilitasi layanan hukum untuk menjaga ketahanan keluarga serta koordinasi mengenai rekomendasi dispensasi kawin.
- Sinergi dengan Kepolisian: Meliputi bantuan pengamanan, pertukaran data izin cerai bagi anggota kepolisian dan pegawai negeri sipil di lingkungannya, serta perlindungan hak perempuan dan anak pasca perceraian.
- Kerja Sama dengan Kejaksaan: Koordinasi dalam penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga, permohonan pembatalan perkawinan, hingga pengangkatan wali bagi anak yang belum dewasa.
Sebagai alat ukur keberhasilan dan sarana sinkronisasi data, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya mengandalkan aplikasi Satria Majapahit Juara. Seluruh Pengadilan Agama di wilayah Jawa Timur diinstruksikan untuk rutin melakukan pemutakhiran data pada aplikasi tersebut agar progres kerja sama dapat terpantau secara akurat.
Langkah progresif ini juga mendapatkan apresiasi sebagai model percontohan di tingkat nasional. Melalui komitmen yang kompak, diharapkan seluruh Pengadilan Agama se- Jawa Timur segera menindaklanjuti kesepakatan tingkat provinsi ini dengan perjanjian kerja sama di tingkat kabupaten atau kota masing-masing agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kehadiran PA Kota Madiun dalam kegiatan ini adalah adalah sebagai wujud komitmen pimpinan dalam mendukung penuh program kerja PTA Surabaya, khususnya terkait internalisasi beberapa inovasi PTA Surabaya serta penguatan integritas melalui SMAP, serta upaya peningkatan pelayanan publik demi mewujudkan peradilan yang modern dan berkelas dunia.
