- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 121
"Maknai Filosofi Ketupat dalam Halal Bihalal, Wakil Ketua PA Kota Madiun Tekankan Kesucian Hati dan Peningkatan Kinerja" |25-03-2026|
"MAKNAI FILOSOFI KETUPAT DALAM HALAL BIHALAL, WAKIL KETUA PA KOTA MADIUN TEKANKAN KESUCIAN HATI DAN PENINGKATAN KINERJA"
Mengawali ritme kerja pasca-cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun laksanakan briefing dan do’a pagi bersama pada Rabu, (25/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang tunggu Pelayanan Terpadu Satu Loket (PTSL) PA Kota Madiun ini dipimpin oleh Wakil Ketua PA Kota Madiun Imam Safi’I, S.H.I., M.H. dan dihadiri Pejabat Struktural dan Fungsional, seluruh ASN staf pelaksana termasuk petugas PTSP dan CPNS, petugas keamanan (satpam) dan tenaga kebersihan (cleaning service). Turut ikut serta siswi magang SMK Negeri 2 Madiun dan SMK Negeri 2 Jiwan.

Rangkaian acara dibuka dengan Yel-Yel PA Kota Madiun yang dilakukan secara serempak. Semangat ini bertujuan untuk membangkitkan motivasi kerja seluruh pegawai agar kembali prima dalam melayani masyarakat setelah masa libur panjang. Berbeda dengan pekan-pekan sebelumnya, do’a pagi kali ini diselimuti nuansa kekeluargaan yang kental melalui prosesi Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah. Tradisi ini terus dijaga oleh keluarga besar PA Kota Madiun sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan membangun harmoni kolektif dalam semangat Idul Fitri.


Dalam sambutannya, Wakil Ketua PA Kota Madiun, Imam Safi’i, S.H.I., M.H., menyampaikan ucapan syukur dan do’a bagi seluruh jajaran. "Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Ya Karim. Semoga Allah SWT menerima seluruh amalan puasa dan ibadah kita selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Mewakili segenap pimpinan, beliau mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, Minal ‘Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.”
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa inti dari Halal Bihalal adalah pembersihan hati dari rasa kebencian dan kesalahan antar sesama serta diharapkan sebagai momentum untuk menjadi titik balik bagi seluruh aparatur PA Kota Madiun untuk meningkatkan performa, kekompakan serta dedikasi dalam meraih prestasi kerja yang lebih gemilang bagi PA Kota Madiun.
Salah satu poin menarik dalam arahan Wakil Ketua PA Kota Madiun adalah pembahasan mengenai filosofi Ketupat atau "Kupat". Sebagai hidangan khas lebaran yang diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, ketupat mengandung makna mendalam yang relevan dengan integritas aparatur negara. Secara etimologi Jawa, Kupat merupakan akronim dari Ngaku Lepat dan Laku Papat:
1. Ngaku Lepat (Mengakui Kesalahan): Sebuah simbol kerendahan hati untuk mengakui kekhilafan secara tulus, yang diimplementasikan melalui tradisi sungkeman. Pesan moralnya adalah membuang ego demi mencapai kesucian hati.
2. Laku Papat (Empat Tindakan): Tercermin dari empat sisi ketupat yang melambangkan:
- Lebaran: Terbukanya pintu ampunan seiring selasainya masa puasa.
- Luberan: Melimpahnya keberkahan yang harus dibagikan melalui sedekah.
- Leburan: Meleburnya dosa masa lalu melalui saling memaafkan.
- Laburan: Menjaga kesucian hati agar tetap putih bersih laksana kapur (labur).
”Secara visual, anyaman janur yang rumit pada ketupat menggambarkan kompleksitas kehidupan dan kesalahan manusia. Namun, ketika ketupat tersebut dibelah, akan nampak nasi putih yang melambangkan kebersihan hati setelah melewati latihan spiritual. Istilah janur sendiri diartikan sebagai Jatining Nur atau Cahaya Sejati, sebagai pengingat agar manusia senantiasa bersandar pada petunjuk Allah SWT dalam setiap langkah tugasnya. “, tutur Wakil Ketua PA Kota Madiun.
Diakhir briefing, Wakil Ketua PA Kota Madiun berharap pada momentum Idul Fitri yang sebelumnya sebluan penuh melaksanakan ibadah puasa Ramadhan ini kita seluruh keluarga besar PA Kota Madiun menjadi insan yang beruntung dan menjadi lebih baik dalam segala hal termasuk dalam semangat revolusi peningkatan kinerja dalam memberikan pelayanan yang super prima kepada masyarakat pencari keadilan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan khusyuk, memohon kelancaran tugas dan keberkahan bagi PA Kota Madiun. Acara kemudian diakhiri dengan prosesi bersalam-salaman secara melingkar sebagai simbolisasi nyata dari saling memaafkan, memulai lembaran baru dengan hati yang bersih untuk melayani masyarakat Kota Madiun dengan lebih baik.
