- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 138
Hadiri Milad Peradilan Agama ke-144 di Lingkungan PTA Surabaya, Pengadilan Agama Kota Madiun Raih 5 Penghargaan PTA Surabaya Award Semester I Tahun 2026 |05-08-2026|
HADIRI MILAD PERADILAN AGAMA KE-144 DI LINGKUNGAN PTA SURABAYA, PENGADILAN AGAMA KOTA MADIUN RAIH 5 PENGHARGAAN PTA SURABAYA AWARD SEMESTER I TAHUN 2026

Ketua Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun, Imam Safi'i, S.H.I., M.H., didampingi Panitera Lucky Aziz Hakim, S.H.I., M.H., dan Sekretaris Agus Widyanto, S.H.I., menghadiri Peringatan Milad Peradilan Agama ke-144 yang dirangkaikan dengan penganugerahan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya Award Semester I Tahun 2026, pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Agama Surabaya tersebut berlangsung di Aula Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Jalan Mayjen Sungkono Nomor 7 Surabaya, mulai pukul 08.30 WIB. Acara dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., beserta Ketua Dharmayukti Karini PTA Surabaya, Wakil Ketua Drs. H. Arifin, M.H., para Hakim Tinggi, Panitera, Sekretaris, jajaran aparatur Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, serta Ketua, Panitera, dan Sekretaris Pengadilan Agama se-Jawa Timur. Turut hadir pula para alumni PTA Surabaya serta Bank Syariah Indonesia (BSI) Surabaya dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Surabaya.
Pada peringatan Milad Peradilan Agama ke-144 ini, PTA Surabaya juga menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M.
Rangkaian acara diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan piatu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung Republik Indonesia, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Peradilan Agama selama 144 tahun.

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., sekaligus membuka acara secara resmi. Beliau menyampaikan bahwa peringatan Milad Peradilan Agama ke-144 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menengok kembali sejarah perjuangan para pendahulu sebagai refleksi dalam menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, melalui peringatan milad ini seluruh aparatur Peradilan Agama diajak untuk membaca kembali perjalanan panjang Peradilan Agama sebagai cermin dalam menata langkah ke depan. Milad juga menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat, memperkuat komitmen, serta meningkatkan kontribusi Peradilan Agama bagi umat, bangsa, dan negara.
Beliau mengajak seluruh aparatur Peradilan Agama untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. sekaligus menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada para pendahulu yang telah berjuang mempertahankan eksistensi Pengadilan Agama sebagai lembaga peradilan yang menegakkan hukum syariah bagi umat Islam. Menurutnya, pada masa lalu para aparatur Peradilan Agama melalui wadah PPDP, IKAHA, dan PPHMM telah melakukan perjuangan panjang, baik melalui jalur politik secara terbuka maupun melalui berbagai pendekatan strategis kepada para pengambil kebijakan, sehingga keberadaan Peradilan Agama tetap terjaga sebagai bagian penting dalam sistem peradilan nasional.
Beliau menegaskan bahwa penegakan syariah bagi umat Islam merupakan suatu keniscayaan sekaligus wujud nyata implementasi keimanan seorang muslim. Lebih dari itu, penegakan syariah menjadi sarana untuk mewujudkan kemaslahatan, memberikan keadilan, serta mengantarkan umat menuju kehidupan yang diridhai Allah SWT. Oleh karena itu, seluruh aparatur Peradilan Agama memiliki kewajiban untuk terus mewujudkan Pengadilan Agama sebagai lembaga yang berlandaskan tiga pilar utama.
- Pertama, Peradilan Khaira Ummah, yaitu peradilan terbaik yang mampu menjadi role model, rujukan, dan harapan masyarakat dalam memberikan pelayanan hukum yang berkualitas.
- Kedua, Peradilan Rahmatan Lil 'Alamin, yakni peradilan yang senantiasa menghadirkan rahmat dan kemanfaatan bagi manusia serta lingkungannya melalui penegakan hukum yang memberikan maslahat bagi masyarakat luas.
- Ketiga, Peradilan Kaffatan Linnas (Justice for All), yaitu peradilan yang memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang, dengan menyediakan sarana dan prasarana yang inklusif sehingga setiap pencari keadilan memperoleh pelayanan yang sama.
Beliau menambahkan bahwa mewarisi nilai-nilai perjuangan para pendahulu harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang diberikan aparatur Peradilan Agama harus berlandaskan keikhlasan, bebas dari pamrih, tidak mengharapkan imbalan dalam bentuk apa pun, serta terbebas dari praktik tip, suap, gratifikasi, maupun pelayanan yang bersifat transaksional.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PTA Surabaya juga mengingatkan seluruh aparatur agar senantiasa menghindari irtija', yaitu kemunduran dalam kualitas kinerja, serta irtidad, yakni kehilangan atau kembali mundur dari berbagai capaian yang telah diraih. Beliau menegaskan bahwa setiap prestasi yang telah diperoleh harus dipertahankan dan terus ditingkatkan hingga berkembang menjadi sebuah reputasi yang kuat.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa reputasi yang terus dipelihara akan berkembang menjadi legacy (legesi), yaitu identitas atau ciri khas sebuah satuan kerja yang selalu dikenang karena keunggulannya. Bahkan, legacy yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan akan menjadi prasasti, yakni warisan berharga yang tidak terlupakan dan menjadi kebanggaan bagi generasi penerus.
Mengakhiri sambutannya, Ketua PTA Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., menyampaikan bahwa sebagai bentuk apresiasi kepada satuan kerja yang telah menunjukkan kinerja terbaik, pada peringatan Milad Peradilan Agama ke-144 ini diselenggarakan penganugerahan PTA Surabaya Award Semester I Tahun 2026. Beliau mengucapkan selamat kepada seluruh satuan kerja yang berhasil meraih penghargaan serta memberikan motivasi kepada satuan kerja yang belum memperoleh penghargaan.
"Teruslah meningkatkan kinerja, menjaga integritas, memperkuat kolaborasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga pada kesempatan berikutnya seluruh satuan kerja mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang telah diraih demi terwujudnya Peradilan Agama yang semakin modern, berintegritas, dan terpercaya," tutur Ketua PTA Surabaya.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Badilag Mahkamah Agung RI, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur Pengadilan Agama di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Surabaya yang terus menunjukkan peningkatan kinerja, inovasi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Beliau menegaskan bahwa transformasi peradilan harus terus dilakukan melalui penguatan integritas, profesionalisme, pemanfaatan teknologi informasi, serta tata kelola yang akuntabel sehingga mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Diharapkan pada Milad Peradilan Agama ke-144 tahun ini, seluruh jajaran Peradilan Agama dapat menjadikan momentum ini sebagai pemacu semangat untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanan publik secara prima, serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan badan peradilan yang agung, modern, dan berintegritas tinggi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng Milad Peradilan Agama ke-144 oleh Ketua PTA Surabaya bersama Sekretaris Ditjen Badilag Mahkamah Agung RI sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang dan perkembangan Peradilan Agama di Indonesia.
Momentum yang paling dinantikan adalah penganugerahan PTA Surabaya Award Semester I Tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, Pengadilan Agama Kota Madiun kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih 5 (lima) penghargaan, yaitu:





- Apresiasi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) DIPA 04 dengan nilai 100% periode Semester I Tahun 2026
- Juara II Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) DIPA 01
- Juara II Kinerja Kedisiplinan Pegawai kategori satuan kerja dengan jumlah pegawai kurang dari 45 orang
- Juara III Kinerja Penyelesaian Perkara kategori jumlah perkara kurang dari 1.500 perkara
- Juara Harapan II Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) DIPA 04 kategori pagu kecil di bawah Rp130 juta.
Atas capaian tersebut, Ketua Pengadilan Agama Kota Madiun, Imam Safi'i, S.H.I., M.H., mengungkapkan rasa syukur yang mendalam sekaligus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparatur PA Kota Madiun.
"Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas seluruh aparatur Pengadilan Agama Kota Madiun. Prestasi ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari sinergi, kekompakan, integritas, profesionalitas, serta komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan. Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh aparatur Pengadilan Agama Kota Madiun telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga Pengadilan Agama Kota Madiun mampu meraih 5 (lima) prestasi pada semester pertama tahun ini," ungkap Ketua PA Kota Madiun.
Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Hakim dan tim Kepaniteraan yang telah mengawal penyelesaian perkara secara profesional, cepat, dan berkualitas. Begitupula kepada tim Kesekretariatan sebagai supporting unit telah menjalankan fungsi pendukung secara optimal, khususnya dalam pengelolaan anggaran yang transparan, efektif, dan akuntabel sehingga menghasilkan capaian IKPA yang membanggakan.
Beliau menegaskan bahwa prestasi yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi cerminan komitmen seluruh aparatur dalam menghadirkan pelayanan peradilan yang semakin berkualitas. Melalui optimalisasi layanan berbasis teknologi informasi, termasuk implementasi e-Court, Pengadilan Agama Kota Madiun akan terus berupaya mewujudkan pelayanan yang memberikan keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum bagi masyarakat dengan tetap berpedoman pada asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan.
"Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik. Mari kita jadikan penghargaan hari ini sebagai standar baru untuk melahirkan prestasi-prestasi berikutnya, baik di bidang Kepaniteraan, Kesekretariatan, pelayanan publik, maupun keterbukaan informasi. Dengan semangat kebersamaan dan integritas, Pengadilan Agama Kota Madiun optimis terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kontribusi terbaik bagi terwujudnya badan peradilan yang agung, modern dan terpercaya", pungkas Ketua PA Kota Madiun.
