- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 194
Buka Kegiatan PKL Mahasiswa UINSA Gelombang II, Ketua PA Kota Madiun Tekankan Etika dan Profesionalisme |04-02-2026|
BUKA KEGIATAN PKL MAHASISWA UINSA GELOMBANG II, KETUA PA KOTA MADIUN TEKANKAN ETIKA DAN PROFESIONALISME

Ketua PA Kota Madiun Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I. membuka kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya gelombang II di PA Kota Madiun pada Rabu, (4/2/2026). Pembukaan ini berlangsung di Aula K.H. Abidullah PA Kota Madiun pukul 08.00 WIB dan dipimpin oleh Ketua PA Kota Madiun Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I. serta dihadiri oleh Hakim Nova Sri Wahyuning Tyas, S.H.I., M.H. Adapun mahasiswa PKL UIN Sunan Ampel Surabaya gelombang II ini berjumlah 12 (dua belas) orang.

Dalam sambutannya yang penuh motivasi, Ketua PA Kota Madiun Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I. memberikan penekanan khusus pada transformasi peran mahasiswa dari pengamat teori menjadi praktisi hukum yang handal. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di PA Kota Madiun bukan sekadar untuk memenuhi SKS, melainkan untuk melakukan "bedah kasus" secara nyata.
"Selamat datang kepada adik-adik mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. Kami merasa terhormat atas kepercayaan universitas yang kembali memilih PA Kota Madiun sebagai wadah inkubasi bagi calon-calon praktisi hukum masa depan. Namun, perlu saya garis bawahi bahwa dunia peradilan yang akan kalian hadapi di sini sangatlah dinamis dan jauh lebih kompleks daripada narasi di buku teks," tutur Ketua PA Kota Madiun.
Beliau memaparkan tiga poin utama yang harus dipegang teguh oleh mahasiswa selama masa magang, diantaranya:
- Integritas dan Kedisiplinan: Praktik kerja adalah miniatur dunia kerja yang sesungguhnya. Integritas nomor satu, beliau berharap para mahasiswa tidak hanya disiplin dalam jam kerja, tetapi juga disiplin dalam menjaga kode etik dan kerahasiaan lembaga. Apa yang kalian lihat dan pelajari di dalam ruang sidang atau di meja panitera adalah amanah profesional."
- Kematangan Berpikir (Analytical Thinking): Diharapkan para mahasiswa tidak hanya pulang membawa nilai di lembar kertas untuk diserahkan ke kampus. Lebih dari itu, bawalah kematangan berpikir. Belajarlah bagaimana seorang hakim mempertimbangkan keadilan, bagaimana seorang panitera mengelola administrasi secara presisi, dan bagaimana teknologi informasi saat ini telah mengubah wajah peradilan kita menjadi lebih modern (e-court).
- Proaktif dalam 'Laboratorium' Hukum: Menjadikan setiap sudut kantor ini sebagai tempat mencari ilmu. Pengadilan Agama hadir untuk menjadi laboratorium riset bagi kalian. Jangan menunggu instruksi, tetapi jemputlah ilmu itu. Bertanyalah, amati, dan lakukan analisis perbandingan antara teori yang kalian dapat di ruang kelas dengan realitas praktik hukum acara yang ada di lapangan.

Selaku Dosen Pamong, Hakim Nova Sri Wahyuning Tyas, S.H.I., M.H., menambahkan bahwa kurikulum magang kali ini telah dirancang secara sistematis. Mahasiswa tidak hanya akan ditempatkan di satu titik, melainkan akan melakukan rotasi berkala.
"Kami akan membagi para mahasiswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Adik-adik akan menyelami bidang Kepaniteraan untuk memahami alur pendaftaran perkara hingga teknik penyusunan putusan yang akurat serta dinamika proses persidangan, hingga penyusunan putusan. Selain itu, juga akan masuk ke bidang Kesekretariatan untuk memahami bagaimana roda organisasi, manajemen SDM, serta tata kelola keuangan negara dijalankan di lingkungan peradilan," pungkas Hakim Nova Sri Wahyuning Tyas, S.H.I.
Kegiatan pembukaan diakhiri dengan pembacaan do’a bersama sebagai harapan agar pelaksanaan PKL berjalan lancar dan memberikan kemanfaatan bagi para mahasiswa. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara dunia peradilan dan akademisi.
